Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Selasa, 19 Maret 2013

Untuk Calon Suamiku di Lauful Mahfuz

Sebaik-baik wanita iaiah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki..
Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati..
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak bisa aku berikan. Bagaimana akan kujawab dihadapan Allah kelak andai ditanya ? adakan itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi ini ? kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik pula ?
Tidak kunafikan sebagai wanita biasa, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku harus menjaga perasaan itu karena itu semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal jadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci.. bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih sayang yang tulen..
Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenag ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? aku beristighfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kajahatan..
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal  sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukanlah dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak..
Aku bukanlah seorang wanita yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapakah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana. Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli surga,, memimpinku ke arah tujuan yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu’Alaihiwassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat..
Andai kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak punya hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak..
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada  mencari ridha Illahi. Aku akan amat sangat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan perang yag dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam air mata darah, andainya engkau menyerahkan  seluruh cintamu kepadaku..
Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga akan mempertemukan kita kembali ke surga. Seorang gadis yang membiarkan  dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya. Cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah..

0 komentar:

Posting Komentar